Minyak Dunia

Ketegangan Timur Tengah dan Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia Februari 2026

Ketegangan Timur Tengah dan Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia Februari 2026
Ketegangan Timur Tengah dan Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia Februari 2026

JAKARTA - Harga minyak dunia masih menunjukkan fluktuasi terbatas pada perdagangan Selasa waktu setempat, yang bertepatan dengan Rabu, 11 Februari 2026 WIB. Meski ada penurunan, harga minyak Brent berjangka sebagai patokan internasional tercatat stabil di USD69,03 per barel.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi patokan domestik AS turun 0,2 persen menjadi USD64,21 per barel. Pergerakan ini terjadi setelah kenaikan lebih dari satu persen pada perdagangan Senin sebelumnya.

Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah Menjadi Pemicu Pergerakan Harga

Peningkatan risiko geopolitik kembali muncul setelah Administrasi Maritim Departemen Transportasi AS menyarankan kapal komersial berbendera AS menjauhi perairan Iran. Pihak AS juga menolak izin bagi pasukan Iran untuk naik ke kapal jika diminta, menambah ketidakpastian pasokan.

Sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz antara Oman dan Iran. Dengan demikian, setiap peningkatan ketegangan di kawasan ini menjadi risiko signifikan terhadap pasokan minyak dunia.

Respons Pasar dan Analisis Risiko Global

Analis di IG, Tony Sycamore, menyatakan meski pembicaraan di Oman memberikan nada hati-hati namun positif, ketidakpastian tetap tinggi. Potensi eskalasi konflik, pengetatan sanksi, atau gangguan pasokan di Selat Hormuz mempertahankan premi risiko moderat bagi pedagang minyak.

Meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, ditambah panduan maritim baru AS, mendorong para pedagang menilai kembali risiko geopolitik. Hal ini berdampak pada pergerakan harga minyak yang tetap fluktuatif meski tidak terlalu drastis.

Pergerakan Harga Brent dan WTI di Pasar Global

Harga minyak Brent sebagai acuan internasional tetap stabil di USD69,03 per barel pada Rabu, 11 Februari 2026. Sementara WTI yang menjadi patokan AS turun tipis 0,2 persen menjadi USD64,21 per barel, mencerminkan ketidakpastian pasar regional dan global.

Pergerakan harga ini menandakan bahwa pasar masih memperhitungkan ketegangan Timur Tengah. Meskipun ada tekanan geopolitik, pasar menilai risiko secara moderat karena adanya upaya diplomasi di Oman.

Dampak Ketegangan terhadap Pasokan dan Konsumsi Global

Setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi hampir seperlima konsumsi minyak dunia. Risiko ini membuat pedagang dan negara pengimpor memantau ketat kondisi geopolitik untuk menyesuaikan strategi pasokan mereka.

Kebijakan maritim AS dan eskalasi ketegangan Iran dapat menambah volatilitas harga minyak dalam jangka pendek. Namun, para analis memperkirakan bahwa pergerakan harga tetap moderat karena adanya sinyal diplomasi yang menunjukkan upaya penyelesaian konflik.

Kesimpulan: Stabilitas Harga Minyak Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian

Meskipun ketegangan geopolitik tetap tinggi, harga minyak dunia pada pertengahan Februari 2026 menunjukkan stabilitas relatif. Brent dan WTI bergerak dengan fluktuasi terbatas karena pasar menyeimbangkan risiko geopolitik dan prospek diplomasi.

Investor dan pedagang tetap waspada terhadap potensi eskalasi di Timur Tengah. Informasi ini menjadi penting bagi perencanaan impor, ekspor, dan strategi energi global yang bergantung pada pasokan minyak mentah.

Secara keseluruhan, harga minyak dunia tetap stabil meski ketidakpastian geopolitik tinggi. Pergerakan pasar menunjukkan bahwa risiko konflik dihitung secara hati-hati sambil tetap memantau kondisi pasokan global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index